Aku akan menua bersama putih dalam setiap helai ubanmu, akan menjadi perekat dari serakan semangatmu yang terberai sebab jenuh mencerna putaran waktu. Akan selalu tumbuh rindu yang segar diawal pagi,  saat malam membuat kita meledak menghadapi letupan detak yang mendorong kita untuk saling menghapiri.  Satu sama lain. Akan ada harapan baru yang selalu hadir dari balik berat nya hari yang kita jalani.  Karena aku percaya; dalam setiap memar, Tuhan selalu menyertakan ketabahan. Karena aku meyakini,  senyum diciptakan untuk mengekspresikan indahnya ujian diri.
Aku mencintaimu dengan seluruh cintaNya, yang ter-ujud-kan secara sederhana. Sesederhana sayap menerbangkan kupu-kupu. Aku mencintaimu secara sembunyi, seikhlas akar menopang pohon, ranting, serta seluruh daunnya. Seikhlas akar menyuplai gizi untuk melahirkan buah.

Dalam diamku, aku pun tetap mencintaimu. Setenang bumi yang tak pernah bercerita tentang apa yang telah ia berikan pada manusia.menopang pohon, ranting, serta seluruh daunnya. Seikhlas akar menyuplai gizi untuk melahirkan buah. Dalam diamku, aku pun tetap mencintaimu. Setenang bumi yang tak pernah bercerita tentang apa yang telah ia berikan pada manusia.

Percayalah, pantai bisa terlihat begitu indah, sebab debur dan pasang surutnya gelombang tak henti menyertai. Pantai menyadari, tanpa adanya mereka keindahannya tak akan mungkin bisa dinikmati.

Aku adalah doa semesta, dan kamu adalah amin-nya kehidupan.
Karena itu, adaku dan adamu adalah bahasa kesadaran cinta,
tentang diri dari sang maha tinggi.


 


( Idezz Adhie Aksara )