Aku sebagai wanita menemukan kamu atau bertemu kamu itu sama saja.

Mengingatkanku akan satu tujuan hidup yang sempat hilang.
Seolah cahaya, Kamu mentari yang dirindukan bulan.

Aku sebagai wanita menunggu khusuk dalam ruang.
Mendengarmu mengucapkan kalimat sakral di depan Bapakku.
Waktu berhenti,
hening dan dalam sekejap menjadikan seluruh hidupku bersamamu.

Aku sebagai wanita menikah denganmu dengan berjuta harap akan surga Sang Pencipta.
Dalam dekapan iman, cinta dan ridho-Mu. Tentunya bersama denganmu suamiku.
Aku sebagai wanita dalam angan jelas tergambar.
Bercanda, terbahak denganmu kelak.
Menggenggam dunia, menjadikan kita harta terindah.
Berdua lantas beranak kemudian bersuka ria.
Sejalan dengan rambut yang kian memutih, tapi percayalah cinta kita tetaplah muda.

Aku sebagai wanita berjanji dalam diam, memuliakan lelaki dihadapanku ini.
Sepenuh jiwa, sepenuh hati untuk hidup denganmu selamanya.

 

 

( Tsani Imania )